OPINI

hartadi-sh-central-capital-futuresPERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Oleh : HARTADI, SH (CBO PT. CENTRAL CAPITAL FUTURES)

Seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi di Indonesia khususnya, hingga muncul berbagai bisnis yang menjanjikan salah satunya adalah Perdagangan Berjangka yang memiliki potensi menghasilkan keuntungan yang sangat besar dalam waktu yang relative singkat yang ditransaksikan di bursa berjangka.

Investasi di Perdagangan Berjangka Komoditi semakin menarik para pengelola dana sebagai lahan investasi, terutama di negara berkembang, semakin marak setelah ada kesepakatan WTO, APEC, dan AFTA. Aktifitas perdagangan semakin menarik karena melibatkan pihak-pihak yang terkait penyelenggara dan pelaku dari seluruh Indonesia. Proses transaksi yang terlaksana dilakukan secara transparan dan berdasarkan mekanisme pasar.

Perdagangan Berjangka Komoditi berdasar UU No.32/1997 sebagaimana telah diubah dengan UU No.10/2011 tentang perdagangan berjangka komoditi berkaitan dengan jual beli komoditas dengan penarikan margin dengan penyelesaian kemudian berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivative syariah dan atau kontrak derivative lainnya. Pengertian komoditi dalam undang-undang adalah sesuatu yang dapat dijadikan subyek kontrak berjangka untuk derivative syariah dan atau kontrak derivative lainnya diatur dengan peraturan kepala Bappebti.

Pada saat ini bursa berjangka yang dibentuk berdasarkan UU No. 32 tahun 1997 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 tahun 2011 adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang mulai beroperasi pada akhir tahun 2000 dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) yang berdiri tanggal 26 Juni 2009.

PT. Central Capital Future merupakan pialang berjangka yang resmi menjadi anggota Bursa Berjangka Jakarta dengan No. SPAB – 145/BBJ/10/05 dan disahkan dengan surat ijin usaha perdagangan (SIUP) yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) No.881/BAPPEBTI/si/1/2006. Selain itu juga resmi menjadi anggota Kliring Berjangka Indonesia berdasarkan sertifikat No.35/AK-KBI/IV/2006. Dan merupakan pialang yang terbesar, ditandai dengan mempunyai cabang di mana-mana. Produk yang ada di PT. Central Capital Future beragam antara lain Valuta Asing, Emas dan Index. Keuntungan bertransaksi di produk kami antara lain : peserta terbesar dan volume transaksi tertinggi, transaksi dapat dilakukan secara dua arah, likuiditas tinggi dan eksekusi cepat, pasar 24 jam, tidak ada batasan waktu untuk memiliki posisi.

Kegiatan usaha Pialang Berjangka hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa berjangka yang berbentuk perseroaan terbatas yang telah memperoleh izin usaha Pialang Berjangka dari BAPPEBTI.

Izin Pialang Berjangka hanya dapat diberikan  bagi yang memiliki integritas keuantgan,reputasi bisnis yang baik dan kecakapan profesi.

Pelaksanaan kegitan Pialang Berjangka dilakukan oleh orang perseorangan yang telah memperoleh izin Wakil Pialang berjangka dari BAPPEBTI.Pialang Berjangka wajib menunjuk Wakil Pialang Berjangka sebagai tenaga ahli yang sebelumnya telah lulus ujian profesi yang diselenggarakan BAPPEBTI dan mendapatkan ijin dari BAPPEBTI.

Semua kegiatan yang berhubungan dengan nasabah harus dilakukan oleh Wakil Pialang Berjangka,tenaga ahli yang berada di PT.Central Capital Futures selain mendapatkan pelatihan secara berkala dari Direktur Complayen dan nara sumber dalam negeri juga pelatihan yang dilakukan diluar negeri antar lainSGX dan HKFE.

Dalam pelaksanaan dilapangan banyak hal yang seharusnya npenting dilakukan oleh Pialang berjangka wajib untuk mengetahui latar belakang, keadaan keuangan, pengetahuan perdaganganberjangka nasabahnya.Menjelaskan mengenai resiko yang akan dihadapi nasabah dengan menyampaikan dokumen keterangan perusahaan dan dokumen pemberitahuan adanya  resiko serta  membuat perjanjian dengan nasabah memberikan informasi mengenai isi  kontrak berjangka yang akan ditransaksikan oleh nasabah.

Hal ini dilakukan agar nasabag tau apa yang akan dihadapi dalam pelaksanaan transaksi dan ini merupakan keunggulan bagi Pialang Berjangka dengan memberitahukan  resiko  didepan sehingga nasabah tidak seperti membeli kucing dalam karung ,ini banyak dilakukan invetasi yang tidak jelas dan makin marak mengatas namakan perdagangan berjangka tapi nsebenarnya bukan,sehingga disini dituntut nasabah untuk lebih waspada.